Blimbingsari – Pembangunan jembatan di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari sempat terhenti. Alasannya, bakal pondasi jembatan mengalami rusak akibat terjangan banjir.
Kondisinya hancur, hanya menyisakan sedikit puing-puing dasar bangunan. Padahal, bangunan itu baru saja dalam proses pengerjaan. Adonan pasir yang digunakan untuk cor jembatan nyaris semua hanyut tak berisa.
Padahal, anggaran untuk pembangunan jembatan itu tidaklah sedikit. Karena pada papan proyek tertera Rp 373.048.000.
“Pelaksana pembangunan jembatan ini dari Dinas Pekerjaan Umum Binamarga, Cipta karya Dan Penataan Ruang. Bangunan proyek ini di kerjakan oleh CV Duta Konstruksi Banyuwangi,” terang Marsait, salah seorang warga saat ditemui JurnalNews.com, Kamis (26/10/2017).
Sebabnya, kata Marsait, air yang datang di sungai daerah proyek pembangunan cukup deras. Meskipun, saat kejadian daerah sekitar tidak sedang turun hujan.
“Teryata air yang sangat besar itu air dari atas wilayah Songgon. Dengan datangnya air itu Bagesting atau penyangga jembatan hanyut dan jembatan langsung roboh semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Binamarga, Cipta Karya dan Penataan Ruang, Banyuwangi, Mujiono mengatakan sudah mengetahui hal itu. “Bangunan yang rohoh itu, akibat terkena air, saat itu kondisi sungai sedang banjir sehingga banyak matrial sampah atau kayu tersangkut di bawah jembatan yang mengakibatkan bangunan jembatan rohoh,” ungkap Mujiono.
Lantas siapa yang bakal bertanggungjawab atas kondisi ini. Semoga, hal ini tak menghambat pembangunan proyek jembatan sehingga segera dapat dimanfaatkan untuk aktivitas warga. (din/ito).











Komentar